Friday, December 20, 2013

Kembali...


Aku kembali setelah lama menyepi..
Menyepi bukan menghilang.. Aku masi di sini untuk menjadi pemerhati..
Pemerhati yang dalam diam menilai dan menterjemahkan sesuatu keadaan yang kadang kala menyemakkan otak..

Bingung..
Aku bingung dalam setiap yang berlaku..mungkin ianya tidak semudah yang kita harapkan..
Tetapi dalam mengharapkan sesuatu itu kembali sedia kala..aku temukan satu kekuatan baru dalam pencarian..
Mungkin bukan sekarang arini atau esok.. Tapi untuk masa depan mungkin akan ada sesuatu yang mampu memberikan satu cahaya sinar yang menerangi malam yang suram.. Mungkin?!...









Tuesday, July 17, 2012

perginya si busyuk tanpa kata...




masi terkedu saat menaip entry ini saat mengetahui si busyuk suda mati..:'( sejak 3 hari yang lalu si busyuk ilang dan arini baru terjumpa si busyuk yang sudah terbujur kaku di bawah tangga rumah. sedih aku mengenangkan nasib si busyuk yang berkesudahan gitu. aku rasa bersalah sebab gagal menjadi penjaga yang baik buat si busyuk. aku nda sempat melihat wajah-wajah terakhirnya, aku nda sempat memberi si busyuk makan seperti kebiasaanku setiap kali pulang dari keja.. tiada lagi suara ayu si busyuk..teda lagi renungan mata si busyuk yang menyedihkan itu.. teda lagi.. semuanya teda suda............


semoga aman di sana busyuk..
maafkan kesilapanku sepanjang menjagamu..:'(




Friday, April 13, 2012

Manusia Bugis

Manusia Bugis dilahirkan begitu
Roh perwira tinggalan moyang
Tidak mungkin digalang ganti
Biar beribu tahun beredar

Manusia ini dijadikan begitu
Agama dijunjung, adat dikendong
Bersatu sebati menjadi darah
Menjadi nadi hingga ke tanah

Manusia Bugis begitu sifatnya
Kental juang rajin usaha
Mawatang makkareso tak kira di mana
Keras hati bersemangat waja
Tinggi peribadi baik pekertinya
Besar ego mulia hatinya
Panjang akal luas langkahnya

Manusia Bugis istimewanya begitu
Dicabar jangan
Dihina pun jangan
Ulu pedang jadi taruhan

Rela mati pertahan maruah
Siri' dijaga pesse dipelihara
Derita saudara ditanggung sama
Pada idi pada elo
Sippatottong Sippatuo
Menjadi pegangan setiap perjalanan

Keringat yang mengalir dari tubuhnya
Umpama air sakti tinggalan pendeta
Penerus kehidupan zaman berzaman
Tenaga yang dikerah dari jernih perihnya
Umpama titisan embun suci
Menjadi azimat penerus warisan



Puisi Gubahan: Prof Madya Dr. Asmiaty Binti Amat